terapi motivasi

Kenali Tanda Sakit Gula Sejak Dini


Mengenali ciri atau tanda sakit gula/ diabetes mellitus sejak dini sangat bermanfaat untuk mencegah timbulnya komplikasi penyakit ini dimasa mendatang.

Diabetes Mellitus (DM) /sakit gula sebenarnya terbagi menjadi 4 tipe, yaitu:

  1. DM tipe 1; Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM), adalah sakit gula disebabkan kurangnya produksi insulin di sel beta pankreas. DM tipe ini biasanya terjadi pada usia muda (kurang dari 30 tahun) dan ada hubungannya dengan genetika.
  2. DM tipe 2, Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus, disebabkan bukan karena produksi insulin yang turun, tetapi karena kurang sensitifnya reseptor perifer dari insulin tersebut.
  3. DM Gestasional, adalah DM yang terjadi pada wanita hamil. DM ini beresiko berubah menjadi DM tipe 2
  4. DM tipe lain, dikarenakan adanya kelainan genetika, sehingga pengobatannya pun jadi rumit. kelainan genetika disini berbeda denga tipe 1, karena tipe 1 kelainan jelas di sel beta pankreas.
Penyakit gula/DM paling banyak adalah tipe 1 dan tipe 2. Dari 2 tipe ini yang paling diderita oleh warga dunia adalah DM tipe 2.

Gejala sakit gula bisa dikelompokkan nenjadi 2, yaitu gejala khas dan tidak khas. Gejala khas adalah gejala yang secara nyata dapat menunjukkan bahwa kadar gula darah seseorang mengalami peningkatan. Sedangkan gejala tidak khas adalah gejala yang perlu diwaspadai karena gejala tersebut banyak diderita orang dengan sakit gula, meskipun penyakit lain mungkin juga memiliki gejala yang sama.

Gejala khas DM adalah : (1) Poliury/ banyak kencing, maksudnya disini adalah frekuensi dan volume kencing melebihi biasanya. (2) Polidypsi/ banyak minum, ditandai dengan frekuensi minum yang berlebihan dikarenakan rasa haus yang terasa tidak hilang. (3) Polifagy/ banyak makan, ditandai rasa lapar yang terua menerus, dan dirasa tidak membaik walau dikasih makanan. (4) Adanya penurunan berat badan yang tidak dirasakan oleh penderita. Sedangkan gejala tidak khas yang paling sering ditemui adalah: Luka susah sembuh, gatal terutama didaerah selangkangan. 

Faktor resiko, atau hal-hal yang dapat memicu timbulnya sakit gula adalah: Darah tinggi, kadar kolesterol dan lemak darah tinggi, umur lebih dari 45 tahun (untuk tipe 2), faktor keturunan, dan untuk wanita, pernah melahirkan anak dengan berat badan lahir lebih dari sama dengan 4 kg, juga gaya hidup tidak sehat, seperti tidur sehabis makan, terlalu sering makan makanan cepat saji, jarang berolah raga, dan hobi konsumsi gula berlebih.

Untuk diagnosis pasti sakit gula, seseorang disarankan memeriksakan diri ke dokter ketika ditemui gejala khas ataupun tidak khas. Sebagai acuan, kadar gula darah ideal orang dewasa adalah 80-120mg/dl. Dan kadar gula darah diatas 140mg/dl mempunyai resiko untuk berkembang menjadi sakit gula dikemudian harinya, namun, bila diketahui sejak dini dan dilakukan tindakan pencegahan, resiko untuk berkembang jadi sakit gula juga bisa dicegah.

Kriteria kdar gula darah pasti untuk sakit gula adalah lebih dari sama dengan 200mg/dl untuk kadar gula darah sewaktu, artinya tidak memerlukan persiapan khusus untuk cek gula dan lebih dari sama denga 126mg/dl untuk kadar gula darah puasa. Dan kriteria puasa untuk cek gula darah disini adalah menahan makan minum mininal 8 jam. Untuk diagnosis pasti, disarankan pemeriksaan dilakukan minimal 2kali pada hari dan waktu yang berlainan.

Jikalau seseorang sudah dinyatakan positif sakit gula, hal pertama yang harus dilakukan adalah menenangkan pikiran. Karena faktor pikiran sangat berperab dalam penyembuhan hampir semua jenis penyakit. Jikalau seorang penderita dapat tenang menghadapi penyakitnya, tentu dia akan bertindak rasional untuk penanganan sakitnya itu, dan tentunya hasil pengobatan juga akan lebih positif dan menampakkan hasil.

Dan berkaitan dengan makanan, banyak penderita membatasi dirinya dengan makanan, bahkan sampai pantang memakan makanan pokoknya (nasi). Padahal prinsip pengelolaan makan adalah pembatasan asupan kalori. Dan disini ada tiga prinsip pengelolaan makan pada pasien DM, yaitu:
  1. Menu sehat sama dengan menu keluarga yang lain.
  2. pada prinsipnya tidak ada makanan yang dipantang, cukup dibatasi jumlah, gula dalam bumbu diperbolehkan. Namun, ada baiknya, walau tidak ada makanan yang dipantang, selama tidak disertai penyakit lain, pengelolaab makan dikonsultasikan ke ahli gizi
  3. Pengaturan makan yang meliputi 3J, yaitu : Jadwal, sebaiknya makan rutin 3x sehari dengan waktu makan yang sudah ditentukan. Jumlah, walau tidak ada pantang selama tidak ada penyakit lain, namun jumlah hendaknya dibatasi. Untuk hal ini, ada kaitan dengan prinsip nomor 2. Jenis, variasi jenis harus mengacu juga pada nomor 2.
Sementara untuk pengobatan harusnya sepenuhnya diserahkan kepada dokter, dan disarankan baiknya ke dokter ahli penyakit dalam subspesialis ahli endokrinologi. 

0 Response to "Kenali Tanda Sakit Gula Sejak Dini"

Posting Komentar