"Kok luka di jari-jari tanganku lama-kelamaan membusuk ya dok", ucap seorang bapak begitu masuk ke ruangan praktek seorang dokter.
"Mari silakan duduk dulu pak" ucap sang dokter.
"Bapak kok kelihatan panik, coba ceritakan apa yang bapak rasakan sekarang" lanjut sang dokter
"Gini dok. sudah sekitar 2 bulan lalu tanpa sebab apapun kok tiba-tiba jari-jari tangan membiru, lalu selang beberapa hari kemudian jari telunjuk tangan kanan nampak membusuk ucap sang bapak.
"Oya, nama bapak siapa?" tanya sang dokter kepada bapak tersebut.
"Saya Pardi dok". Jawab sang bapak
"Umur Pak Pardi?" tanya dokter
"34 tahun dok" jawab pak pardi
"Dari mana pak?" Lanjut sang dokter.
"Tadi dari rumah memang sengaja mau berobat kesini." jawab pak Pardi.
"Maksudnya, alamat bapak dimana?"
"Oooo... itu dok, saya dari kampung Sawah"
"Klo boleh tahu, pekerjaan bapak apa ya?"
"Cuma petani saja dok, gak ada sambilan apa-apa" jawab pak Pardi
"Baik pak. Tadi pak Pardi bilang klo sejak 2 bulan lalu, tiba-tiba jari-jari tangan membiru, beberapa hari kemudian nampak membusuk di telunjuk tangan kanan, betul begitu kan?" nanya sang dokter.
"Betul dok." jawab pak Pardi
"Apa sebelum jari tangan membiru, bapak tidak merasakan ada sesuatu yang beda dengan tangan bapak, misal kok jadi sering kesemutan atau mati rasa, atau sebelumnya terasa gatal ukur-ukur gitu pak?"
"Iya dok, memang sebelum jari membiru, tangan sudah mulai terasa sering mudah kesemutan, tapi gak terlalu aku perhatikan"
"Trus pak, sejak kapan bapak menyadari telunjuk tangan kanan mulai membusuk?" lanjut sang dokter
"Sudah sekitar satu bulan ni, jari kok terasanya bukannya malah sembuh, tapi kok luka tambah menyebar ke jari tengah dan manis, trus kelihatan menghitam dan berbau" jawab pak pardi.
"Bukannya malah sembuh, tapi justru menghitam dan berbau ya pak?" tanya dokter kepada pak pardi
"Iya dok" jawab pak pardi
"Jadi selama ini sudah pernah diobati ya pak" sang dokter berusaha menegaskan pernyataan pasiennya tersebut.
"Benar dok, cuma pakai obat-obatan warung"
"Selama ini di tempat luka saya kasih dumek, kadang salep penisilin dok"
"Klo berobat ke bidan, mantri, atau dokter belum pernah saya coba dok." jawab pak Pardi
"Bapak merokok atau tidak?" tanya sang dokter
"Wah, klo rokok memang saya kuat dok, soalnya klo gak merokok, kepala terasa pusing."jawab pak Pardi
"Klo makanan yang biasa dikonsumsi apa pak?
"Namanya orang tani, ya apa yang mudah didapat aja dok, tapi klo daging atau telur jarang banget lo, dok."
"Ada keluhan lain yang dirasakan pak pardi gak" tanya dokter lagi
"Kebetulan cuma itu aja, paling-paling badan terasa capek-capek biasa aja dok"jawab pak Pardi
"Gak terasa nggregesi pak, atau kencing berlebih, keinginan minum berlebih maupun perasaan lemes-lemes?" dokter berusaha meyakinkan dugaannya
"Semuanya biasa aja, gak ada kelainan, cuma dijari-jari ini saja dok" timpal pak pardi sambil menggerak-gerakkan jari-jari tangannya.
Selanjutnya sang dokter menanyakan kepada pak Pardi tentang sakit yang pernah di deritanya dulu, terutama yang dianggap atau dirasa parah; namun pak pardi merasa baru kali ini mendapatkan penyakit yang termasuk berat. Sebelumnya cuma batuk pilek biasa.
Sang dokter pun kemudian melanjutkan pertanyaannya ke pak Pardi.
"Dalam keluarga bapak ada yang pernah sakit gula tidak atau mungkin sakit lainnya yang nampak parah, seperti sesak, darah tinggi?" tanya sang dokter untuk lebih meyakinkan dugaannya akan suatu penyakit.
Namun pak pardi kurang tahu dengan pasti, penyakit apa saja yang diderita keluarganya.
Akhirnya, setelah semua pertanyaan dirasa sudah cukup, sang dokter pun kemudian mulai memeriksa kondisi tubuh pak Pardi, termasuk kondisi lukanya. Sang dokter pun tak lupa meminta kesediaan pak Pardi untuk dicek laboratorium sederhana, terutama untuk mengukur kadar gula darahnya.
Setelah semua pemeriksaan selesai dilakukan, dan juga ternyata semua nya dalam batas normal, termasuk kadar gula darahnya, dokter semakin yakin klo sakit yang diderita pak Pardi itu merupakan suatu kelainan pembuluh darah, yang disebutnya tromboangitis obliterans biasa juga dikenal dengan sebutan "Buerger's Disease"
Penyakit Buerger merupakan suatu peradangan pada pembuluh darah arteri dan vena berukuran sedang dan kecil di permukaan tubuh yang menyebabkan gangguan aliran darah, dan jika tidak diobati akan menyebabkan gangren, jaringan yang mati dan kelihatan membusuk, pada daerah yang sakit.
Penyebab penyakit ini belum diketahui secara jelas. Penyakit ini sering diderita
Hubungan antara Buerger’s Disease dengan tembakau, terutama dalam bentuk rokok tidak dapat terlalu ditekankan. Kebanyakan pasien dengan penyakit Buerger adalah perokok berat, tetapi pada beberapa kasus didapatkan pada perokok sedang; dan juga pernah dilaporka terjadi pada pasien yang bukan perokok. Sudah di Hipotesis-kan bahwa penyakit Buerger adalah
Untuk mengobati penyakit ini yang paling pokok dilakukan adalah benar-benar
Pemberian obat-obatan yang mengurangi jendalan darah tidak terbukti efektif untuk pengobatan penyakit ini (hopkinsvasculitis), Bahkan hampir semua terapi obat termasuk pemberian vasodilator (zat untuk melebarkan pembuluh darah) juga tidak efektif untuk mengobati penyakit ini (Medscape,2009).
Note: Tokoh dalam cerita adalah fiktif belaka
"Mari silakan duduk dulu pak" ucap sang dokter.
"Bapak kok kelihatan panik, coba ceritakan apa yang bapak rasakan sekarang" lanjut sang dokter
"Gini dok. sudah sekitar 2 bulan lalu tanpa sebab apapun kok tiba-tiba jari-jari tangan membiru, lalu selang beberapa hari kemudian jari telunjuk tangan kanan nampak membusuk ucap sang bapak.
"Oya, nama bapak siapa?" tanya sang dokter kepada bapak tersebut.
"Saya Pardi dok". Jawab sang bapak
"Umur Pak Pardi?" tanya dokter
"34 tahun dok" jawab pak pardi
"Dari mana pak?" Lanjut sang dokter.
"Tadi dari rumah memang sengaja mau berobat kesini." jawab pak Pardi.
"Maksudnya, alamat bapak dimana?"
"Oooo... itu dok, saya dari kampung Sawah"
"Klo boleh tahu, pekerjaan bapak apa ya?"
"Cuma petani saja dok, gak ada sambilan apa-apa" jawab pak Pardi
"Baik pak. Tadi pak Pardi bilang klo sejak 2 bulan lalu, tiba-tiba jari-jari tangan membiru, beberapa hari kemudian nampak membusuk di telunjuk tangan kanan, betul begitu kan?" nanya sang dokter.
"Betul dok." jawab pak Pardi
"Apa sebelum jari tangan membiru, bapak tidak merasakan ada sesuatu yang beda dengan tangan bapak, misal kok jadi sering kesemutan atau mati rasa, atau sebelumnya terasa gatal ukur-ukur gitu pak?"
"Iya dok, memang sebelum jari membiru, tangan sudah mulai terasa sering mudah kesemutan, tapi gak terlalu aku perhatikan"
"Trus pak, sejak kapan bapak menyadari telunjuk tangan kanan mulai membusuk?" lanjut sang dokter
"Sudah sekitar satu bulan ni, jari kok terasanya bukannya malah sembuh, tapi kok luka tambah menyebar ke jari tengah dan manis, trus kelihatan menghitam dan berbau" jawab pak pardi.
"Bukannya malah sembuh, tapi justru menghitam dan berbau ya pak?" tanya dokter kepada pak pardi
"Iya dok" jawab pak pardi
"Jadi selama ini sudah pernah diobati ya pak" sang dokter berusaha menegaskan pernyataan pasiennya tersebut.
"Benar dok, cuma pakai obat-obatan warung"
"Selama ini di tempat luka saya kasih dumek, kadang salep penisilin dok"
"Klo berobat ke bidan, mantri, atau dokter belum pernah saya coba dok." jawab pak Pardi
"Bapak merokok atau tidak?" tanya sang dokter
"Wah, klo rokok memang saya kuat dok, soalnya klo gak merokok, kepala terasa pusing."jawab pak Pardi
"Klo makanan yang biasa dikonsumsi apa pak?
"Namanya orang tani, ya apa yang mudah didapat aja dok, tapi klo daging atau telur jarang banget lo, dok."
"Ada keluhan lain yang dirasakan pak pardi gak" tanya dokter lagi
"Kebetulan cuma itu aja, paling-paling badan terasa capek-capek biasa aja dok"jawab pak Pardi
"Gak terasa nggregesi pak, atau kencing berlebih, keinginan minum berlebih maupun perasaan lemes-lemes?" dokter berusaha meyakinkan dugaannya
"Semuanya biasa aja, gak ada kelainan, cuma dijari-jari ini saja dok" timpal pak pardi sambil menggerak-gerakkan jari-jari tangannya.
Selanjutnya sang dokter menanyakan kepada pak Pardi tentang sakit yang pernah di deritanya dulu, terutama yang dianggap atau dirasa parah; namun pak pardi merasa baru kali ini mendapatkan penyakit yang termasuk berat. Sebelumnya cuma batuk pilek biasa.
Sang dokter pun kemudian melanjutkan pertanyaannya ke pak Pardi.
"Dalam keluarga bapak ada yang pernah sakit gula tidak atau mungkin sakit lainnya yang nampak parah, seperti sesak, darah tinggi?" tanya sang dokter untuk lebih meyakinkan dugaannya akan suatu penyakit.
Namun pak pardi kurang tahu dengan pasti, penyakit apa saja yang diderita keluarganya.
Akhirnya, setelah semua pertanyaan dirasa sudah cukup, sang dokter pun kemudian mulai memeriksa kondisi tubuh pak Pardi, termasuk kondisi lukanya. Sang dokter pun tak lupa meminta kesediaan pak Pardi untuk dicek laboratorium sederhana, terutama untuk mengukur kadar gula darahnya.
Setelah semua pemeriksaan selesai dilakukan, dan juga ternyata semua nya dalam batas normal, termasuk kadar gula darahnya, dokter semakin yakin klo sakit yang diderita pak Pardi itu merupakan suatu kelainan pembuluh darah, yang disebutnya tromboangitis obliterans biasa juga dikenal dengan sebutan "Buerger's Disease"
Penyakit Buerger merupakan suatu peradangan pada pembuluh darah arteri dan vena berukuran sedang dan kecil di permukaan tubuh yang menyebabkan gangguan aliran darah, dan jika tidak diobati akan menyebabkan gangren, jaringan yang mati dan kelihatan membusuk, pada daerah yang sakit.
Penyebab penyakit ini belum diketahui secara jelas. Penyakit ini sering diderita
pria dewasa muda hingga usia pertengahan (20-40 tahun)
terutama perokok berat. Penyakit ini jarang ditemukan pada bukan perokok, oleh sebab itu merokok merupakan suatu faktor penyebab timbulnya penyakit. Buerger’s disease sering ditemukan di daerah Asia Tenggara, India, dan Timur Tengah, namun, untuk daerah Afrika-maupun Amerika, penyakit ini jarang ditemukan.
Hubungan antara Buerger’s Disease dengan tembakau, terutama dalam bentuk rokok tidak dapat terlalu ditekankan. Kebanyakan pasien dengan penyakit Buerger adalah perokok berat, tetapi pada beberapa kasus didapatkan pada perokok sedang; dan juga pernah dilaporka terjadi pada pasien yang bukan perokok. Sudah di Hipotesis-kan bahwa penyakit Buerger adalah
penyakit “autoimmune”yang dipicu oleh salah satu zat yang terkandung di tembakau
Untuk mengobati penyakit ini yang paling pokok dilakukan adalah benar-benar
menghentikan kebiasaan merokok
.Pemberian obat-obatan yang mengurangi jendalan darah tidak terbukti efektif untuk pengobatan penyakit ini (hopkinsvasculitis), Bahkan hampir semua terapi obat termasuk pemberian vasodilator (zat untuk melebarkan pembuluh darah) juga tidak efektif untuk mengobati penyakit ini (Medscape,2009).
Note: Tokoh dalam cerita adalah fiktif belaka


0 Response to "Buerger Disease, Penyakit Yang Membuat Jari Membusuk"
Posting Komentar