Kejang pada anak, atau biasa disebut step ada dua macam, yaitu : Kejang demam dan kejang tanpa demam. Kejang demam, dari namanya berarti kejang yang dicetuskan oleh adanya demam, sedangkan kejang tanpa demam berarti kejang yang dapat terjadi tanpa dipicu demam.
Kejang Demam sendiri berdasarkan kejadiannya dibagi menjadi 2, yaitu kejang demam sederhana dan kejang demam komplek. Untuk membedakannya adalah dari lamanya timbul kejang, dimana kejang demam sederhana biasanya berlangsung singkat kurang dari 10 menit, sedangkan kejang demam komplek terjadi lebih dari 10 menit.
Kejang demam sering terjadi pada anak-anak, namun tingkat kesembuhannya juga besar. Demam yang mempu menyebabkan kejang biasanya demam dengann suhu badan lebih dari 38,5 C. Sedangkan yang disebut demam itu sendiri adalah suhu badan lebih dari suhu normal, dimana suhu badan normal manusia adalah 36,2 - 37,2 C.
Untuk anak yang pernah mengalami kejang demam, pencegahan kejang demam secara dini tentunya mampu mencegah datangnya kejang demam berulang dan juga efek yang tidak diinginkan dikemudian hari.
Pencegahan kejang demam, tentu berkaitan dengan penanganan atau pencegahan kejang dan efek kejang itu sendiri. Disini akan dibahas pencegeahan kejang demam, sementara pencegahan kejang tanpa demam, tidak dibahas di artikel ini.
Berikut langkah-langkah pencegahan kejang demam pada anak :
- Kenali faktor yang mampu mencetuskan kejang demam yaitu suhu ketika anak demam. Karenanya disarankan agar setiap orang tua mempunyai termometer untuk mengukur suhu badan anak ketika sang anak demam/sakit.
- Ketika anak mulai demam, jangan lupa asupan cairan dan makanan tetap dijaga. Setiap kenaikan suhu badan 1C akan meningkatan kehilangan cairan tubuh sebesar 10%. Ini tentunya meningkatkan resiko dehidrasi dan juga meningkatkan resiko terjadinya kejang demam.
- Oralit bisa diberikan untuk mempertahankan osmolaritas cairan, ini ada hubungannya untuk mencegah timbulnya dehidrasi dan juga membantu menurunkan demam. Jadi oralit gak cuma diberikan ketika seseorang diare saja, namun juga bisa diberikan ketika seseorang ada resiko lain kekurangan cairang tubuh, seperti keadaan muntah atau demam yang tinggi. Ini kenapa cairan elektrolit dikemas dalam bentuk cairan rehidrasi oral yang diiklankan dengan berbagai macam merek dan rasa.
- Anak boleh diberikan obat pereda demam (Antipiretik) untuk menurunkan suhu badan.
- Dan dari sebuah artikel, asam folat dan Vitamin B1 boleh rutin diberikan kepada anak yang pernah mengalami kejang demam sebelumnya, tujuannya tentu untuk mencegah timbulnya kejang ketika anak demam, namun untuk penggunaan dua suplemen diatas sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak atau dokter saraf, apakah memang efektif ataukah kurang atau bahkan tidak efektif sama sekali.
- Bila langkah-langkah diatas sudah dilakukan namun ketika demam, walau dengan demam suhu rendah/suhu badan sedikit diatas normal, anak masih tetap kejang, disarankan segera dibawa ke dokter dan sebaiknya perlu follow up ke dokter spesialis saraf atau dokter anak.
Pengenalan faktor resiko dan pencegahan dini tentu juga akan mengecilkan efek penyakit yang diderita disamping juga mengurangi beban biaya untuk penyakit itu sendiri.


0 Response to "Cara Mudah Mencegah Kejang Demam pada Anak"
Posting Komentar