terapi motivasi

Mengenal Penyakit Darah Tinggi Lebih Dalam

Mengetahui dan mengenali lebih dalam tentang penyakit darah tinggi dapat bermanfaat untuk mencegah dan mengendalikan penyakit tersebut.

Dalam darah tinggi ada istilah sistole dan diastole. Sistole adalah besarnya tekanan ventrikel memompa darah seluruh tubuh, sedang diastol adalah tekanan pengisian ventrikel. Dalam pengukuran tekanan darah. Sistole digambarkan sebagai hasil atas dan biasanya dijadikan rujukan oleh pasien klo dirinya bertekanan darah tinggi, normal atau rendah. Diastole adalah hasil ukuran bawah. Misal tekanan darah 120/80, maka yang disebut sistole adalah angka 120, dan diastole adalah 80.

Klasifikasi darah tinggi yang dipakai di Indonesia adalah hasil Konsensus Perhimpunan Hipertensi Indonesia yang mengadopsi klasifikasi dari WHO dan klasifikasi JNC 7 (Joint National Comitte 7) yang berlaku di Amerika.

Yang disebut darah tinggi, berdasarkan masing-masing klasifikasi yang disebutkan diatas adalah sebagai berikut.

Klasifikasi WHO

WHO mengklasifikasikan tekanan darah menjadi :
  1.  Optimal, keadaan tekanan darah ideal, dimana sistole <120mmHg, dan diastole <80mmHg.
  2. Normal, sistole <130mmHg, diastole <85mmHg
  3. Hipertensi Ringan, sistole 140-159mmHg, diastole 90-99mmHg
  4. Hipertensi sedang, sistole 160-179mmHg, diastole 100-109mmHg
  5. Hipertensi berat, sistole > 180mmg, diastole >110mmHg
  6. Hipertensi sistole terisolasi, sistole >140mmHg, diastole <90mmHg

Klasifikasi JNC 7

Klasifikasi JNC 7 dipakai di Amerika, dan berdasarkan klasifikasi JNC 7, darah tinggi dibagi menjadi:
  1. Normal, sistole <120mmHg dan diastole <80mmHg
  2. Pre hipertensi, sistole 120-139 mmHgatau diastole 80-89mmHg
  3. Hipertensi tahap 1, sistole 140-159mmHg atau diastole 90-99mmHg
  4. Hipertensi tahap 2, sistole >=160mmHg atau diastole >=100 mmHg
Klasifikasi Hasil Konsensus Perhimpunan Hipertensi Indonesia

Adalah klasifikasi darah tinggi yang dilakukan para ahli hipertensi Indonesia, dimana dalam klasifikasi ini, digabungkan antara klasifikasi WHO dan klasifikasi JNC 7. Klasifikasi berdasarkan konsensus perhimpunan hipertensi Indonesia dibagi menjadi:
  1. Normal, sistole <120mmHg dan diastole <80mmHg
  2. pre Hipertensi, sistole 120-139 mmHgatau diastole 80-89mmHg
  3. Hipertensi tahap 1, sistole 140-159mmHg atau diastole 90-99mmHg
  4. Hipertensi tahap 2, sistole >=160mmHg atau diastole >=100 mmHg
  5. Hipertensi sistole terisolasi, sistole >140mmHg, diastole <90mmHg
Darah tinggi disebabkan terutama oleh makanan dan gaya hidup, disamping faktor keturunan juga meningkatkan resiko terjadinya darah tinggi.

Sebuah penelitian komunitas mengklasifikasi penyebab darah tinggi sebagai berikut:

  1. Stres fisik. Seseorang yang secara fisik tertekan, dalam artian memiliki pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik tinggi, memiliki resiko terkena darah tinggi lebih besar daripada mereka yang secara fisik lebih rileks. Lebih ada waktu dan kesempatan mengistirahatkan fisik mereka.
  2. Stress pikiran. Seseorang yang memiliki tekanan pikiran lebih tinggi memiliki resiko terkena darah tinggi lebih besar pula.
  3. Gaya hidup, seperti suka makanan berlemak, berkolesterol tinggi, mengandung kadar garam tinggi, kurang serat. Tidak suka berolah raga, dll.
  4. Penyakit. Beberapa penyakit menyebabkan peningkatan tekanan darah, seperti sakit ginjal ( gagal ginjal), Penyakit jantung (bengkak jantung), dab lain-lain.
Sedangkan ciri-ciri fisik bagi seseorang yang terkena serangan darah tinggi adalah sakit kepala, tengkuk terasa berat dan sakit yang kadang menyebar sampai bahu, kesemutan, pandangan mata kabur bila tekanan darahnya tambah meninggi.

Dan untuk penanganan pertama orang yang terserang darah tinggi adalah istirahat sebelum tentunya harus dibawa ke dokter.

0 Response to "Mengenal Penyakit Darah Tinggi Lebih Dalam"

Posting Komentar