terapi motivasi

Ini Cerita Kepribadian Bipolar dan Penanganannya


Aku seorang Bipolar, aku mempunyai Kepribadian Bipolar. 
Aku kadang mudah meresa senang, namun dalam waktu singkat juga mudah merasa sedih. Kadang aku merasa mampu meraih segalanya, namun kadang aku juga pesimis dengan pencapaian usahaku. Kata dokter, apa yang aku rasakan ini adalah wujud kepribadiaanku, kepribadian bipolar.

Dokter menjelaskan kalau kepribadian bipolar bisa diatasi asal aku mau. Semua berpulang dari kemauanku sendiri. Tapi kadang aku merasa, ucapan dan nasehat dokter memang ringan diucapkan, namun berat bagi yang menjalaninya.

Sungguh berat memiliki kepribadiaan ini. Kadang suatu waaktu aku merasa sangat senang dan bersemangat. Dokter bilang ini adalah perwujudan Manic/maniac. Senang atau semangat berlebihan yang menggebu-gebu yang membuat orang itu seperti tidak ada capek. Perwujudan Manik dalam diriku adalah wujud senang yang kadang tiba-tiba, atau kadang juga muncul ide-ide yang menurutku cemerlang dengan tiba-tiba, dan aku pingin sekali mewujudkan ide-ide itu.

Namun, adakalanya, ketika aku sedang berusaha mewujudkan ide-ideku itu, hatiku tiba-tiba merasa sedih, pikiranku kacau dan aku pesimis aku mampu mewujudkan ide-ideku itu. Kadang rasa ini begitu berat hingga mengganggu tidurku, mengganggu nafasku dan juga kadang membuatku ingin menyendiri. menjauh dari keramain dunia ini. Dan kata dokter, ini adalah ciri-ciri adanya stress/depresi dalam diriku.

Perasaan bahagia dan sedih, semangat dan loyoOptimis dan pesimis,  kadang-kadang datang dengan cepat berganti-ganti, dan ini jelas menggangguku. Coba bayangkan, satu jam lalu aku senang, bersemangat akan suatu hal,, muncul ide yang menurutku cemerlang, namun satu jam kemudian, tiba-tiba aku sedih, gak bersemangat, dan tiba-tiba pesimis akan ide-ideku itu.

Dokter menyarankanku, kalau aku mau sembuh, semua harus berasal dari diriku sendiri. Orang lain cuma membantu. Tapi yang perlu kuingat, ketika aku sedih atau senang, semangat atau tidak, aku harus selalu berusaha ditempat rame, bukan berarti harus ke mall, pasar dan tempat rame lainnya, karena itu tidak akan membantu, tapi artinya aku tidak boleh menyendiri. Harus selalu mau membuka diri. Curhat atau cerita ketika mempunyai ide atau perasaan sedih. Dan juga dokter menyarankan agar aku selalu memperbanyak doa dan ibadah kepada Tuhan YME.

Oleh karenanya, dari sejak ini, aku harus nambah mempererat persahabatan dengan teman-temanku. Aku berusaha untuk tidak selalu sendirian, bahkan tidurpun aku tidak mau mengunci pintu kamar (karena takut kerasukan setan..hehe)

Semoga, kelainan kepribadianku ini bisa aku tekan seminimal mungkin, atau semoga saja bisa hilang total, sehingga aku menjadi orang normal dengan kepribadian yang normal.

0 Response to "Ini Cerita Kepribadian Bipolar dan Penanganannya"

Posting Komentar