Celana ketat, terutama celana jeans ketat, bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Jaringan tubuh yang paling terkena dampak celana ketat adalah jaringan otot dan jaringan saraf.
Baru-baru ini dilaporkan seorang wanita di Melbourne yang memakai jeans ketat terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena jongkok terlalu lama saat membantu beres-beres tetangganya. Dan hasil pemeriksaan dokter, didapatkan adanya gangguan otot, saraf dan pembuluh darah pada wanita tersebut.
Gangguan yang disebabkan oleh celana ketat antara lain adalah sebagai berikut:
Menyebabkan iritasi kulit dan infeksi jamur
Celana ketat merupakan bagian dari mode berpakaian masa kini. Banyak wanita memakai celana ketat untuk menunjang penampilan dan juga memperlihatkan kakinya yang langsing.
Pemakaian celana ketat jangka panjang dapat menyebabkan iritasi kulit dan juga bahkan infeksi jamur. Iritasi kulit disini terjadi karena gesekan atau tekanan yang terlalu lama antara bahan pakaian itu dengan kulit.
Sementara infeksi jamur dapat muncul disebabkan kelembaban kulit meningkat, berhubungan juga dengan meningkatnya jumlah keringat terutama di daerah beriklim tropis seperti Indonesia.
Gangguan otot, pembuluh darag dan saraf.
Yang paling nampak jelas adalah adanya rasa kesemutan atau kebas di paha dan kaki.
Ini disebabkan karena adanya tekanan pada pembuluh darah yang menyebabkan gangguan aliran darah ke organ yang dituju. Adanya gangguan aliran darah ini juga menyebabkab adanya gannguan di saraf dan otot. Gangguan aliran darah dalam jangka panjang atau bahkan tidak adanya aliran darah ke organ yang dituju dapat menyebabkan kematian jaringan tersebut, karena fungsi darah sendiri sebagai pembawa makanan dan oksigen untuk organ yang dituju.
Dapat mengakibatkan penurunan produksi sperma bahkan dapat menimbulkan kemandulan
Produksi sperma dipengaruhi juga oleh suhu lingkungan. Dalam sebuah penelitian, sperma orang Eropa dalam segi jumlah dan kualitas meningkat ketika musim dingin.
Celana ketat menyebabkan peningkatan suhu disekitar daerah selangkangan, termasuk daerah genital. Sehingga pemakaian celana ketat dalam jangka panjang jelas dapat mengganggu kualitas dan kuantitas sperma.
Celana ketat walaupun sedang ngetrend dikalangan muda karena menunjang penampilan ternyata mempunyai efek samping yang mengerikan. Jadi, bagi yang masih suka memakai celana ketat, sebaiknya dipertimbangkan untuk tidak dilanjutkan pemakaiannya, agar tidak menimbulkan gangguam di kemudian hari.
Baru-baru ini dilaporkan seorang wanita di Melbourne yang memakai jeans ketat terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena jongkok terlalu lama saat membantu beres-beres tetangganya. Dan hasil pemeriksaan dokter, didapatkan adanya gangguan otot, saraf dan pembuluh darah pada wanita tersebut.
Gangguan yang disebabkan oleh celana ketat antara lain adalah sebagai berikut:
Menyebabkan iritasi kulit dan infeksi jamur
Celana ketat merupakan bagian dari mode berpakaian masa kini. Banyak wanita memakai celana ketat untuk menunjang penampilan dan juga memperlihatkan kakinya yang langsing.
Pemakaian celana ketat jangka panjang dapat menyebabkan iritasi kulit dan juga bahkan infeksi jamur. Iritasi kulit disini terjadi karena gesekan atau tekanan yang terlalu lama antara bahan pakaian itu dengan kulit.
Sementara infeksi jamur dapat muncul disebabkan kelembaban kulit meningkat, berhubungan juga dengan meningkatnya jumlah keringat terutama di daerah beriklim tropis seperti Indonesia.
Gangguan otot, pembuluh darag dan saraf.
Yang paling nampak jelas adalah adanya rasa kesemutan atau kebas di paha dan kaki.
Ini disebabkan karena adanya tekanan pada pembuluh darah yang menyebabkan gangguan aliran darah ke organ yang dituju. Adanya gangguan aliran darah ini juga menyebabkab adanya gannguan di saraf dan otot. Gangguan aliran darah dalam jangka panjang atau bahkan tidak adanya aliran darah ke organ yang dituju dapat menyebabkan kematian jaringan tersebut, karena fungsi darah sendiri sebagai pembawa makanan dan oksigen untuk organ yang dituju.
Dapat mengakibatkan penurunan produksi sperma bahkan dapat menimbulkan kemandulan
Produksi sperma dipengaruhi juga oleh suhu lingkungan. Dalam sebuah penelitian, sperma orang Eropa dalam segi jumlah dan kualitas meningkat ketika musim dingin.
Celana ketat menyebabkan peningkatan suhu disekitar daerah selangkangan, termasuk daerah genital. Sehingga pemakaian celana ketat dalam jangka panjang jelas dapat mengganggu kualitas dan kuantitas sperma.
Celana ketat walaupun sedang ngetrend dikalangan muda karena menunjang penampilan ternyata mempunyai efek samping yang mengerikan. Jadi, bagi yang masih suka memakai celana ketat, sebaiknya dipertimbangkan untuk tidak dilanjutkan pemakaiannya, agar tidak menimbulkan gangguam di kemudian hari.


0 Response to "Ini Bahaya Memakai Celana Ketat "
Posting Komentar